Pernah alami obesitas, pria ini sukses kenalkan diet kopi hitam

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Tak sedikit orang yang berusaha untuk memiliki tubuh ideal. Beragam cara dilakukan untuk mendapatkan berat yang diidamkan. Salah satu cara yang familiar adalah menjaga asupan nutrisi dengan diet. Ada beragam jenis diet yang beredar di masyarakat, salah satu yang masing asing di telinga yakni diet kopi.

Adalah Bagas Wisnu Putra, pendiri Nyonthong Coffee yang berhasil mengenalkan kopi untuk diet. Ditemui Hoopsbyjudy pada Minggu (6/5) di Nyonthong Coffe, Bagas mengaku telah lama menyukai dan tertarik dengan dunia kopi. Berawal dari sebuah study tour yang dilakukan kantornya terdahulu ke kebun kopi, Bagas mulai mempelajari kebaikan kopi untuk tubuh.

foto: Hoopsbyjudy/@vindiasari

“Awal mulanya saya suka kopi dan memiliki masalah medis batu empedu. Saat saya masih bekerja di bidang pariwisata, saya melakukan studi banding ke sebuah kebun kopi. Dalam seminar pengelola kebun kopi cerita banyak termasuk salah satu mengurangi pengkristalan di empedu. Oh ternyata kalau kopinya dibikin dengan cara yang tepat ternyata manfaatnya banyak,” cerita Bagas sembari membuatkan kopi untuk pelanggan.

Bukan hanya menderita gangguan empedu, Bagas juga mengalami masalah obesitas tingkat 2. Sejak saat itu, pria berkacamata ini mulai mencari tahu tentang kandungan kopi. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah zat chlorogenic dalam kopi. Setelah berkonsultasi dengan dokter dan pakar kopi, tahun 2015 hingga 2016 Bagas mulai menerapkan diet kopi kepada dirinya.

foto: Hoopsbyjudy/@vindiasari

Bagas menyebut dirinya rutin minum kopi hitam. Dalam beberapa bulan terjadi perubahan berat badan dalam dirinya. Hal tersebut diamati oleh kerabat terdekat dari Bagas. Sejak mengenal diet kopi, Bagas mulai bisa mempelajari pola kerja tubuhnya mulai dari pola kartisol dan metabolismenya. Banyak teman penasaran dengan rahasia di balik penurunan bobot tubuhnya. Tak pelit, Bagas menceritakan rahasia penurunan berat badannya dengan diet kopi.

Bermula dari keberhasilan menurunkan berat badan, Bagas tertarik membuka warung kopi sendiri. Sejak tahun 2011, Bagas telah mengangsur dan mempelajari tentang kopi baik dari cara menyeduh, kerja kopi, hingga manfaat bagi kesehatan. Semua itu dilakukan Bagas secara otodidak.

Bermula dari meja kecil yang dijajakan pada galeri di Jalan Semail, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Kini Bagas telah memiliki coffe shop sendiri yang buka pada pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Lokasi warung kopi milik Bagas ini berada di jauh dari keramaian kota.

Bagas menyebut diet kopi bukan hanya menurunkan berat badan melainkan untuk metabolisme tubuh. Diet kopi yang dikenalkan Bagas bukan menggunakan green bean seperti umumnya. Pria asli Yogyakarta ini menggunakan kopi gilingan sendiri.

“Kopi yang disajikan di Nyonthong Coffe selalu digiling terakhir. Air panas sudah siap baru digiling. Hal tersebut untuk mengurangi kopi teroksidasi. Selain itu, kami tidak pernah menyajikan kopi dengan gula,” terang Bagas.

Bagi orang yang ingin menerapkan diet kopi, Bagas menyarankan untuk datang ke warung kopinya.Pada saat yang sama, Bagas mengenalkan pola mengonsumsi kopi dalam diet kopi di mana harus menyesuaikan kadar dan jam kartisol dalam tubuh. Tak jarang banyak pelanggan yang masih belum mengetahui kadar kartisol dalam tubuhnya. Pasalnya setiap orang memiliki pola metabolisme yang berbeda-beda.

Kendati demikian, Bagas menyarankan untuk mengonsumsi kopi sebelum tidur. “Sehari aslinya disamakan dengan berapa kali makan. Diet kopi yang bagus itu sama dengan menjaga asupan makan, yakni satu jam sebelum makan,” kata Bagas. “Waktu konsumsi kopi tiap orang berbeda. Semua orang tak bisa disamakan.”

Diet kopi sendiri tak bisa berhasil tanpa didampingi dengan menjaga asupan gizi mulai dari memerhatikan kebutuhan air putih, karbohidrat, bahkan konsumsi garam per hari. Bagas selalu menyarankan pelanggan yang menerapkan diet kopi untuk memantau kebutuhan konsumsi air lewat aplikasi ‘water drink and reminder’. “Satu gelas kopi harus diimbangi dengan minimal 3 gelas air putih,” jelas Bagas.

Bagi Bagas, kopi sendiri ibarat dua mata pisau yang bisa memberikan manfaat maupun keburukan bagi tubuh. Pada dasarnya, Bagas menilai tak ada kopi jelek. “Kopi disebut jelek kembali lagi pada proses menyiapkan kopi.”

Kini warung kopi milik Bagas kerap menjadi rujukan orang yang tertarik diet kopi di Yogyakarta. Tak sedikit pelanggan yang mengeluhkan lokasi yang jauh dari Kota Yogyakarta hingga kesulitan untuk mendapatkan kopi untuk diet. Atas permintaan dari pelanggan, Bagas mulai mengeluarkan produk kopi kemasan yang memiliki racikan sama.

foto: Hoopsbyjudy/@vindiasari

Bagas mengeluarkan produk kopi langsung minum yang dikemas dalam botol. Produk kopi diet dari Nyonthong Coffe ini dapat diperoleh secara online lewat Instagram Nyonthong Coffe. Kehadiran diet kopi dalam bentuk kemasan botol ini menjadi jawaban dari orang yang tidak ingin ribet.

Diet kopi ini membutuhkan ketelatenan dari orang yang melakukannya. Bagas bercerita hanya separuh dari pengunjungnya yang berhasil dan bertahan menerapkan diet kopi. “Banyak orang merasa ingin cepat mengalami perubahan berat badan. Namun tak melakukan pola diet kopi secara teratur seperti memerhatikan asupan gizinya,” jabar Bagas.

Berkat pengetahuan tentang diet kopi, Bagas kerap mendapat tawaran untuk menjadi pembicara. Tak hanya dalam negeri, Bagas pernah mendapat undangan terbang ke Jepang untuk mengenalkan diet kopi pada bulan Maret lalu.

 

(brl/pep)