Pilih Melahirkan di Dokter Kandungan atau Bidan? 10+ Fakta Ini Layak Kamu Pertimbangkan

Posted on

pilih melahirkan di bidan atau dokter

Kehamilan merupakan peristiwa membahagiakan, terutama bagi kamu yang begitu mendambakan kehadiran anak dalam rumah tangga. Nah, saat berhasil hamil mungkin kamu akan sedikit bingung untuk menentukan, akan ditangani oleh bidan atau dokter. Meskipun keduanya sama-sama terlatih dan ahli di bidangnya, kamu tentu ingin memilih tenaga profesional yang kamu rasa paling cocok untuk kebutuhanmu.

Pada dasarnya, bidan dan dokter kandungan sama baiknya. Keduanya mengenyam ilmu tentang kehamilan dan penanganan kelahiran secara intensif, meski ada beberapa perbedaan yang mungkin akan menjadi dasar pertimbanganmu. Tanpa bermaksud mendiskreditkan profesi apapun, kali ini Hoopsbyjudy ingin membuka sedikit wawasanmu sehingga kamu nggak bingung lagi menentukan, kehamilan dan kelahiranmu akan dibantu bidan atau dokter kandungan.

BACA Juga :   Berlangsung hikmat, Syahnaz sah jadi istri Jeje Govinda

1. Bidan dan dokter kandungan sama-sama mempelajari seluk beluk kehamilan dan kelahiran. Bedanya, bidan nggak mengenyam sekolah kedokteran sedangkan dokter kandungan punya latar belakang ilmu kedokteran sehingga cakupannya lebih luas

Dua-duanya sama-sama oke kok! via www.healthcall.ae

Karena cakupan ilmunya lebih luas, dokter kandungan dapat menangani masalah kehamilan dan kelahiran yang lebih berat atau cenderung perlu penanganan khusus, seperti misalnya kehamilan anak kembar, kehamilan setelah mengalami keguguran, anak sungsang atau kehamilan berisiko di mana ibu menderita penyakit diabetes atau hipertensi sehingga rentan terkena preeklamsia.

2. Bidan dan dokter kandungan punya kompetensi yang sama, namun memiliki cara kerja yang relatif berbeda. Jadi kalau memilih bidan, maka kamu harus mengikuti cara kerjanya, demikian juga sebaliknya

Bidan cenderung memandang kelahiran sebagai sesuatu yang alamiah via cultbox.co.uk

Bidan umumnya menganggap kehamilan dan kelahiran sebagai kejadian yang alamiah sehingga sedapat mungkin tak memerlukan intervensi medis. Bidan cenderung bekerja dengan model ‘lihat dan tunggu’ sedangkan dokter menganggap kehamilan adalah gejala medis dan dapat memberikan intervensi medis seperti pemberian pitocin untuk mempercepat kelahiran dan bedah caesar misalnya, yang tentu saja nggak bisa dilakukan oleh bidan.

3.  Jika kehamilanmu normal dan nggak berisiko karena nggak ada komplikasi apapun, memeriksakan kehamilan dan melahirkan di bidan dapat dilakukan. Dari segi kenyamanan pun, banyak juga ibu yang lebih memilih bidan karena sesama perempuan

Dokter kandungan bisa cowok atau cewek tergantung kebutuhan via www.sheknows.com

4. Fokus bidan umumnya adalah perawatan dan pencegahan selama kehamilan. Konsultasi selama masa kehamilan dengan bidan pun umumnya dapat lebih lama dan panjang dibanding dokter yang umumnya punya jadwal yang lebih padat

Dengan bidan, kamu biasanya bisa curhat panjang lebar sepuasnya via www.ziprecruiter.com

5. Jika kamu berencana melahirkan normal dan bertekad untuk ASI eksklusif, bidan mungkin dapat menjadi pilihan utamamu. Apalagi kalau kehamilanmu sehat dan tidak terdeteksi adanya masalah berat

Bidan umumnya lebih menekankan kelahiran normal dan pro ASI dan IMD via www.hln.be

Meskipun umumnya baik dokter maupun bidan menonjolkan pro ASI dan IMD, bidan kerap jadi pilihan karena pengalaman mereka yang lebih banyak di bidang tersebut. Ya, sesuaikan saja dengan kata hatimu ya!