Refleksi Film Love Not Sale, 6 Kesalahan Sikap yang Bisa Menghambatmu Bertemu Jodoh Masa Depan

Posted on

Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya

Serupa film Her (2013), tapi tak sama. Skenario yang baik dieksekusi dengan rapi. Akting Gading Marten sebagai Richard calon kuat Piala Citra!

.

 

Kehidupan para jomblo kerap diasosiasikan dengan rasa ngenes dan membosankan. Ya, kehidupan semacam juga yang digambarkan dalam film Love for Sale. Film yang disutradarai oleh Andi Bachiar Yusuf bercerta tentang pria berusia 41 tahun bernama Richard yang bertahun-tahun hidup menjomblo. Richard merupakan pemilik usaha percetakan yang hanya menjalani hidup sehari-hari bersama kura-kura peliharaannya.

Suatu hari saat sedang kongko, salah seorang temannya mengundang Richard untuk datang ke pesta perkawinannya. Undangan tersebut menjadi ujian bagi Richard (Gading Marten) sebab ia juga juga ditantang membawa pasangan. Richard kalang kabut dan kesulitan mencari pasangan. Hingga akhirnya ia menggunakan sebuah aplikasi kencan yang mempetemukannya dengan Arini (Della Dartyan).

BACA Juga :   Resep mudah bikin schotel peuyeum, kuliner Belanda bercita rasa manis

Tantangan itu berhasil dilewati oleh Richard bersama Arini dan lama-kelamaan ia jatuh cinta dengan teman kencannya itu. Nasib berkata lain, Arini justru menghilang tanpa sebab. Tunggu! Hipwee nggak ingin spoiler kamu yang belum nonton. Sebagai gantinya Hipwee akan membahas apa yang bisa direfleksikan dari kisah Richard si jomblo akut ini. Berikut ini beberapa kesalahan sikap Richard yang menghambat jodohnya sendiri.

1. Penampilan dan rasa percaya diri Richard seharusnya selalu diupgrade agar tak terlalu kaku ketika bertemu perempuan baru

Dandanan jadul via www.kaaget.com

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para jomblo adalah mereka acap melupakan penampilan. Boleh jadi karena saking nyamannya sendiri hingga lupa, bahwa merias diri diperlukan untuk menarik perhatian lawan jenis. Sebagai pria dewasa dandanan Richard telalu jadul dan kurang menarik untuk memikat perhatian wanita.

BACA Juga :   Menungungi

Padahal sejatinya ia punya segala yang diidam-idamkan oleh lawan jenisnya, berwajah lumayan dan berpenghasilan nggak bisa disepelekan. Masalah lain adalah ia juga kaku jikalau bertemu dengan wanita. Maka nggak heran usahanya untuk memikat wanita acap gagal.

2. Tak bisa move on membuat perasaan Richard jadi dingin, hingga ia lebih betah sendiri daripada mencari pendamping

Richard bersama kura-kura peliharannya via lifestyle.bisnis.com

Di sepertiga akhir film, akhirnya terjawab mengapa Richard masih jomblo di usianya yang terbilang tua. Yap! karena ia belum move on. Nah hal ini sejatinya nggak patut kamu lakukan wahai para pengabdi kesendirian. Yang lalu biarlah berlalu. Hidup mesti berlanjut bung!

BACA Juga :   7 Transformasi Dwi Sasono, dari aktor tampan hingga jadi hot daddy

Terlalu lama meratapi dia yang telah pergi nggak baik buat kesehatan jiwamu, sebab mengharapkannya yang telah pergi dapat menyia-nyiakan hidupmu. Percayalah, masih banyak sosok yang lebih daripada mantan kekasihmu.

Contohnya seperti Arini yang sanggup menghangatkan hati Richard yang bertahun-tahun dingin terhadap wanita. Ya, meskipun setelahnya nasib berkata lain, tapi setidaknya ia telah berani membuka diri terhadap orang baru untuk menjemput kesempatan mendapatkan jodoh.