Respons Mommy Moonella Ihwal Kuenya yang Diulas ‘Anak Kuliner’. Caranya Review sih yang Jadi Soal

Posted on


Hingga saat ini, ‘kue artis‘ masih menjadi favorit sebagian masyakarat. Selain pengen mendukung idola mereka, kue-kue ini memang terbukti enak. Belasan atau mungkin kini sudah lebih dari dua puluh macam kue yang dikeluarkan oleh kalangan figur publik ini. Selain melebarkan sayap di bidang lain, tentu saja popularitas mereka juga jadi salah satu alasan.

Nggak cuma artis aja yang terkena ‘demam kue’ ini, tapi para selebgram juga. Salah satunya adalah Moonella Sunshine Jo atau lebih dikenal dengan Baby Moonel. Meski usianya masih balita, Moonel berhasil menjadi salah satu selebgram anak yang paling populer di kalangan warganet Tanah Air. Bahkan sang adik, yang usianya kurang dari satu tahun juga sudah mulai jadi favorit masyarakat. Sejak akhir tahun lalu, Moonel juga mengeluarkan kue berjenis kukis dengan nama Moonella Yummy Box. Jenis kukis yang dikeluarkan yaitu, Almond Cocoa Cheese Cookies, Crunchy Berry Cookies, Pineapple Cookies, Cheese Snowball Cookies, Butter Layer Cake, dan lainnya turut menyita perhatian para YouTuber untuk mengulasnya. Salah satunya adalah channel ‘Anak Kuliner’. Satu hari setelah video review tersebut keluar, Mommy dari Moonel pun memberikan respons terhadap video tersebut.

Ibunda dari selebgram Moonella memberikan klarifikasi terhadap ulasan YouTuber ‘Anak Kuliner’ terhadap kukisnya

klarifikasi mommy Moonella via www.instagram.com

Dalam klarifikasi tersebut, Marry, ibunda Moonel menjelaskan atau meluruskan apa yang dikatakan oleh Felix dan Farida Nurhan sebagai pengulas kukis miliknya itu. Pertama, mentega yang dianggap pengulas biasa merupakan butter Wjysan. Selain itu, selai yang digunakan untuk kue dianggap selai murah yang dijual 5.000-an di pasaran, juga dibantah oleh sang ibunda. Sedangkan untuk masalah harga, Marry menegaskan kalau memang bukan menjual kukis paling murah di pasaran, tapi yang berkualitas. Karena dari anak-anak, ibu hamil hingga ibu menyusui boleh mengonsumsi makanan ini. Oleh karena itulah bahan bakunya juga nggak asal-asalan.

Dalam video tersebut, Felix dan Farida Nurhan berkali-kali mengatakan kalau kuenya biasa saja (bahkan di bawah standar) dan dibilang pakai mentega dan selai biasa. Padahal kue ini termasuk mahal

Memang, dalam review kue yang dirilis oleh Anak Kuliner, mereka menyimpulkan bahwa kukis ini sangat biasa atau malah di bawah rata-rata. Apalagi mengingat harga dengan rentang 60-80 ribu rupiah dengan isi segitu. Mereka menganggap bahwa kukis ini kemahalan. Mereka mengulas semuanya, mulai dari packaging hingga rasa. Untuk kemasannya sendiri, Felix dan Rida memuji karena dianggap lucu dan cantik. Cocok untuk hadiah atau untuk dijadikan parsel. Tapi untuk dimakan sendiri, mereka nggak merekomendasikan. Apalagi setelah mencoba tiga varian yang disediakan, bagi Felix dan Rida, kukis tersebut rasanya biasa saja. Dan mereka nggak akan mencoba kembali karena saking biasanya.

Bukan masalah enak atau nggak, tapi mungkin lebih kepada etika saat memberikan ulasan. Serta pengetahuan tentang apa yang diulas, tentu juga lebih penting

ketawa-ketawa tiap nyoba kuenya via www.youtube.com

Hal yang lebih disorot warganet dalam video ini bukanlah hasilnya. Tapi lebih kepada etika pengulas dalam video ini. Kalau soal rasa sih sudah pasti beda-beda, tergantung selera, kan. Nah, cara mereka mengulas kukis Moonel ini memang sedikit kurang etis. Misalnya setelah mencicipi kue tersebut, raut wajah keduanya langsung berubah, lalu tertawa. Seakan kuenya sangat jauh dari ekspektasi. Atau mereka tengah menikmati komedi tunggalnya Pandji?

Namun yang lebih menyorot perhatian adalah soal apakah mereka paham atau nggak dengan apa yang mereka review. Masalahnya, salah seorang pengulas mengaku bahwa ia sama sekali nggak bisa mengulas kue seperti ini. “Terus terang ya, aku nggak bisa nge-review cake. Aku aja nggak bisa ngebedain mana yang cake mana yang roti mana yang bolu aku nggak tahu. Tapi menurut aku rasanya ini (cookies) aku nggak ngerti, sumpah.”

Tentu saja hal tersebut sudah dikaitkan dengan kemampuan pengulas, apakah kesimpulan mereka objektif atau nggak. Nggak cuma itu, perkataan Farida seperti, Aku aja langsung mabok, dianggap menjatuhkan usaha orang lain karena terlalu berlebihan.

Anak Kuliner juga pernah mengulas roti “Mamania” dan sempat melontarkan kata-kata nggak pantas saat mencoba kue tersebut

review roti Mamania via jatim.tribunnews.com

Bukan cuma sekali ini Anak Kuliner memberikan review pedas terhadap kue artis kayak gini. Sebelumnya ulasan mereka juga pernah jadi perbincangan saat membicarakan roti “Mamania” yang diproduksi oleh Nia Ramadhani. Bahkan salah satu pengulas mengatakan hal yang nggak pantas, yaitu cokelat yang ada di dalam rotinya seperti pup alias kotoran. Review mereka ini pun sampai ke Nia Ramadhani. Dan ibu tiga anak tersebut hanya merespons mudah-mudahan apa yang mereka ucapkan tersebut memang dari hati, bukan review bayaran yang niatnya jelek-jelekin produk orang.

Memberikan pendapat, saran, maupun kritikan tentu saja diizinkan. Selagi hal tersebut membangun dan bukan diniatkan untuk mencari sensasi atau bahkan menjatuhkan usaha orang lain. Yang paling penting apa yang diulas sesuai dengan kemampuan. Sehingga orang percaya dengan apa yang dikatakan, bukan hanya demi rating saja. Apalagi banyaknya kue artis saat ini, tentu bisa jadi ‘lahan basah’ bagi YouTuber untuk diulas. Masyarakat juga tentu penasaran karena mereka nggak mencoba semua jenis kue itu. Tapi lagi-lagi yang perlu ditekankan adalah bagaimana cara mengulas dengan baik, membangun, dan tentu saja paham dengan apa yang diulas itu penting.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya