Saat Kamu Merasa Kerap Melihat Hantu, Ini Sebenarnya yang Terjadi pada Otakmu

Posted on

Melihat hantu.

Bicara tentang dunia gaib seperti tak ada habisnya. Hal yang sulit disandingkan dengan nalar manusia ini memang sering memunculkan rasa penasaran, sekalipun bagi orang yang kekeuh nggak percaya. Mungkin kamu juga bertanya-tanya, kenapa ada orang yang sering melihat penampakan, sementara ada orang lain yang tidak. Bukannya mau lihat sih, tapi hal ini juga membuat penasaran.

Kalau dilihat dari sisi ilmiah, sebenarnya kamu yang berhasil melihat hantu ada penyebab yang berasal dari diri sendiri. Entah karena efek tubuh yang terlalu lelah, pikiran sangat stres, atau alam bawah sadarmu yang meyakini keberadaan hantu di sekitar. Supaya nggak penasaran tentang apa yangterjadi sebetulnya di dalam otak ketika sedang melihat hantu, temukan penjelasannya di dalam artikel ini.

1. Tubuh yang terlalu lelah bikin kamu gampang berpikir yang aneh-aneh, termasuk melihat penampakan

lelah bisa menjadi penyebabnya via unsplash.com

Lagi senang-senangnya kerja atau kuliah? Sampai rela mengambil part time atau mengikuti kursus bikin tubuhmu lama-lama cepat lelah. Awalnya, kamu mungkin bahagia-bahagia saja menjalaninya, tapi lama-lama jadi gampang sekali sakit. Jika kondisimu seperti ini melulu, maka jangan heran kalau kamu termasuk orang yang sering melihat hantu. Hal ini karena tubuh yang lelah tanpa disadari bikin kamu berpikiran ke mana-mana. Nah, pantas saja kalau kamu pernah meihat hantu ya.

BACA Juga :   Selain Cinta dan Rangga, pasangan di AADC ini bakal dibikinkan film

2. Pendengaran yang terlalu sensitif juga bisa menjadi penyebab kamu melihat hantu. Padahal, bisa saja itu cuma suara hewan atau angin doang

pendengaran sensitif via unsplash.com

Hantu sebenarnya nggak cuma lewat indera penglihatan saja yang bikin kamu merinding, tapi juga pendengaran. Ya, munculnya suara-suara aneh di sekitar bikin kamu merasa kalau di dekatmu ada hantu. Padahal, itu semua bisa jadi memang karena indera pendegaranmu saja yang terlalu sensitif. Mungkin saja itu cuma suara kucing lewat, cicak, atau angin yang menggoyangkan dun-daun pohon sehinga suaranya cukup seram.

3. Sugesti itu bisa mempengaruhi apa yang kamu rasakan. Jadi, kalau kamu bersugesti di dekatmu ada hantu, maka kamu akan melihat makhluk gaib itu

karena sugesti via unsplash.com

Dalam hidup, kadang sugesti yang dimiliki seseorang ternyata mempengaruhi apa yang dirasakannya. Semisal kamu lagi sakit lalu diminta bersugesti cepat sembuh, maka nggak lama kamu memang benar sembuh. Hal ini juga bisa terjadi saat kamu lagi sendirian dan sedikit merasa takut, maka alam bawah sadarmu berkata kalau di sekelilingmu ada hantu. Saking takutnya, maka wujud hantu yang kamu sugestikan muncul dan bikin tubuhmu kaku sampai nggak bisa mau melakukan apa pun.

BACA Juga :   Hits pada masanya, begini nasib persewaan buku pada era digital

4. Fungsi otak yang bikin mekanisme pertahanan bahwa ada makhluk lain di atas manusia yang menyebabkan suatu peristiwa agency detection mechanism

ketindihan via www.self.com

Ketindihan merupakan suatu fenomena yang sampai sekarang masyarakat sulit pahami. Hal ini karena masih banyak yang percaya kalau ketindihan terjadi akibat ada makhluk lain di atas manusia saat sedang tidur. Ketika ketindihan terjadi, tubuh merasa sulit sekali bernapas, jantung berdegup kencang, dan nggak bisa berbicara. Bahkan, ada juga yang sampai melihat wujud hantu di atasnya. Nah, peristiwa agency detecton mechanism ini sebenarnya lumrah terjadi. Jika kamu mengalami hal itu, maka dirimu sedang terjadi sleep paralysis atau kelumpuhan saat tidur.

BACA Juga :   4 Kuliner hewan ekstrem ini masih gerak saat disajikan, berani coba?

Menurut pakar neurosains dari Universitas California, San Diego, Amerika Serikat, Baland Jalal, ketindihan dialami ketika tidur dalam fase rapid eye movement (REM) yang tiba-tiba terbangun. Orang yang tidur dalam fase REM biasanya sedang bermimpi dan dibarengi dengan otot-otot mereka yang hampir lumpuh seluruhya. Kelumpuhan yang terjadi itu sebenarnya untuk mencegah manusia bergerak ketika tidur.