Sampah di Kapal Butuh Perlakuan Khusus Sebelum Dibuang, Cek Biar Kasus yang Dulu Tak Terulang

Posted on


Pengelolaan sampah di atas kapal

Beberapa waktu yang lalu, dunia maya sempat dihebohkan dengan unggahan video yang memperlihatkan seorang petugas cleaning service tengah membuang sampah di lautan lepas. Satu hal yang bikin banyak orang geleng kepala adalah aktivitas tersebut dilakukan di atas kapal milik PELNI, KM Bukit Raya. Meski pihak PELNI sendiri sudah mengeluarkan surat permohonan maaf, tapi tentu saja tindakan tersebut sangatlah tidak pantas dilakukan. Sebab tindakan tersebut jelas bisa merusak ekosistem yang ada di lautan.

Banyak orang yang menghujat tindakan membuang sampah di laut lepas tersebut. Mungkin kamu juga pernah melakukannya karena saking geramnya. Terinspirasi dari kasus pembuangan sampah di lautan lepas itu, Hoopsbyjudy News & Feature ingin mengajakmu untuk melihat bagaimana sistem pengelolaan sampah di atas kapal yang memenuhi standar. Salah satu kapal yang melakukan pengelolaan sampah khusus adalah Kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace ini. Yuk cek sama-sama! Siapa tahu rasa penasaranmu tentang perlakuan sampah selama di atas kapal terjawab tuntas.

Hampir sama seperti di daratan, sampah yang ada di Kapal Rainbow Warrior dibagi menjadi dua jenis, organik dan anorganik

Dipisahkan menurut jenisnya via www.hipwee.com

Setiap aktivitas manusia pasti menimbulkan sisa yang tak lagi berguna, sampah salah satunya. Termasuk ketika tengah berada di dalam perjalanan menggunakan kapal. Hampir sama seperti yang di lakukan di daratan, sampah di Kapal Rainbow Warrior tersebut dipisahkan berdasarkan jenisnya, yaitu organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang kebanyakan berasal dari sisa makanan dan bisa diuraikan. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang sulit atau bahkan tak bisa diuraikan sehingga perlu penanganan khusus.

Sampah organik tak hanya sekadar dikumpulkan lalu dibuang. Di kapal ini, sampah organik perlu dibekukan sebelum nanti dibuang ketika bersandar

Sampah organik dibekukan sebelum dibuang via www.hipwee.com

Kalau biasanya sampah organik hanya dikumpulkan lalu dibuang begitu saja, di Kapal Rainbow Warrior punya penanganan yang sedikit berbeda. Setelah sampah organik dikumpulkan, sampah tersebut lalu dimasukkan ke dalam waste room untuk dibekukan. Waste storeĀ sendiri merupakan freezer khusus yang dimiliki oleh kapal milik Greenpeace ini untuk membekukan sampah organik sehingga tak menimbulkan bau dan mengundang lalat. Waste storeĀ ini tak sekadar freezer biasa. Suhu dan tekanan udara di dalamnya begitu dijaga. Selain itu, waste room ini juga dilengkapi dengan alarm. Alarm ini akan berbunyi jika pintu di waste store dibuka terlalu lama, sehingga mempengaruhi suhu udara di dalamnya.

Perlakuan khusus tak berhenti pada sampah organik. Sampah anorganik masih perlu dipisahkan menurut jenisnya

Sampah anorganik dipisahkan menurut bahannya via www.hipwee.com

Selain sampah organik, sampah anorganik juga diperlakukan secara khusus. Di Kapal Rainbow Warrior, sampah anorganik dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu general, kertas, serta plastik. Tempat sampah yang disediakan juga khusus serta dilengkapi dengan informasi yang jelas, seperti yang tertera di dalam foto di atas. Mengingat informasi yang tertera sudah cukup jelas pada setiap tempat sampah, jika ada orang yang salah membuang sampah, siap-siap terkena teguran keras dari kru kapal. Bukannya apa-apa, tapi membuang sampah tidak pada tempatnya akan menyebabkan terganggunya proses pengelolaan sampah yang selanjutnya.

Sebelum benar-benar dibuang, setiap sampah anorganik tersebut wajib hukumnya untuk dibersihkan. Kalau bisa disabun sekalian biar bersihnya sampai luar dalam

Sebelum dibuang, harus dicuci sampai bersih via www.hipwee.com

Biasanya kalau membuang sampah seperti kemasan minuman, kamu langsung membuang begitu saja. Asal masuk tempat sampah lalu urusan kelar. Namun hal itu nggak berlaku di Kapal Rainbow Warrior ini. Setiap sampah anorganik, sekecil apapun itu, wajib hukumnya untuk dibersihkan sebelum dibuang. Tujuannya biar sisa-sisa makanan atau kotoran yang menempel bisa benar-benar hilang dan nggak menimbulkan bau yang mengganggu. Selain itu, sampah anorganik seperti botol atau kemasan minuman perlu dilap sampai kering biar nggak membasahi tempat sampah. Meski ribet di awal, nyatanya proses seperti ini pada akhirnya akan memudahkan saat pengumpulan sampah kelak.

Ada satu hal yang menarik. Sampah dari kaleng dan logam, perlu diratakan dengan mesin khusus sebelum akhirnya dibuang

Sampah berupa kaleng minuman wajib dibuat gepeng via www.hipwee.com

Selain sampah general, kertas dan plastik, sampah berupa kaleng minuman juga diperlakukan khusus di dalam kapal ini. Setelah dicuci dan dikeringkan, kaleng minuman ini wajib hukumnya diratakan dengan alat press sederhana ini. Tempat sampahnya pun disendirikan. Biar nanti mudah saat mengumpulkan saat kapal bersandar.

Kalau dipikir-pikir, mengelola sampah itu nggak terlalu sulit. Apalagi zaman sudah semakin canggih. Dengan kemajuan teknologi yang ada dan kemauan menyingkirkan rasa malas, mungkin nggak akan lagi cerita buang-buang sampah di laut lepas. Nggak perlu jauh-jauh deh, di lingkungan sekitarmu juga udah banyak tempat sampah yang dibuat khusus untuk memilah sampah. Namun karena orang-orangnya belum siap atau memang malas ribet, pada akhirnya sampah yang harusnya dipisahkan menurut jenisnya jadi bercampur lagi. Kan sayang kalau teknologi yang udah ada nggak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Yuk belajar lebih peka dan peduli, biar lingkungan makin nyaman ditinggali.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya