Selagi Ayah Masih Ada di Sisi, Sudahkah Kamu Membuatnya Bangga dengan 7 Hal Ini?

Posted on


Hal-hal yang membanggakan Ayah

Kalau bisa terus mengucapkan terima kasih yang tak terkira, kamu mungkin akan melakukan hal ini untuk ibu tercinta. Sosok wanita satu ini memang nggak pernah lelah untuk mendukungmu dan menyediakan bahu. Bagimu, ibu adalah segalanya. Tanpanya, kamu mungkin tak berarti apa-apa.

Namun ketika kamu ingin melakukan apa saja untuk ibu. Mungkin kamu melupakan satu sosok ini. Sosok yang selalu diam-diam ada untukmu meski sikapnya kadang terlalu kaku. Sosok ini juga sama dengan ibu, yang selalu berusaha mendukung dan menyediakan bahunya ketika kamu butuh sandaran.

Ayah, satu kata yang mungkin sulit kamu deskripsikan dengan kata-kata. Sebab kamu dan Ayah tak terlalu dekat hubungannya dan merasa enggan untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu lakukan pada ibu. Seperti memeluk, mencium ibu, sampai sekadar mengucapkan terima kasih, Yah.

Umur manusia tak ada yang tahu, selagi Ayah masih ada di sisimu, yuk luangkan waktu untuk membuat cinta pertamamu ini bangga. Tak perlu muluk-muluk, cukup hal-hal yang sederhana seperti ini saja.

1. Meski Ayah tak langsung meminta, sudahkah kamu berusaha meraih mimpi-mimpimu? Seremeh apapun itu

Menyeriusi apa yang menjadi mimpimu via unsplash.com

Sejak kecil, kamu pasti punya mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Mulai dari yang serius dan butuh effort besar sampai remeh sekalipun. Dari mimpi-mimpi ini kamu bisa membuat Ayahmu bangga. Meski beliau tak pernah mengatakannya secara langsung, tapi begitu tahu kamu tengah memperjuangkan mimpimu, hati kecilnya pasti berbagga. Ternyata putri kecil yang selama ini diam-diam dicintainya, tumbuh menjadi wanita dewasa yang tangguh dan serius mengejar mimpi dan cita.

2. Menanyakan kabarnya hari ini memang sederhana. Tapi percayalah, itu selalu membuat Ayah merasa berharga

Yah, apa kabar? via unsplash.com

Yah, apa kabar? Kemarin abis jalan-jalan ya sama Ibu?

Satu kalimat yang membuat hati Ayahmu bergetar. Ayahmu pasti merasa berharga dan diperhatikan, meskipun kamu udah mandiri dan tak lagi tinggal serumah. Sebab beliau diam-diam merindukan suaramu yang dulu selalu menghiasi hari-harinya. Suara yang dengan riang menyambut beliau pulang dari bekerja.

3. Melihatmu bisa mandiri saja Ayah sudah senang sekali. Apalagi jika kamu mengajaknya quality time berdua sesekali

Quality time berdua via unsplash.com

Semenjak kamu lahir, Ayahmu pasti punya harapan agar kelak kamu bisa tumbuh menjadi wanita yang tangguh dan bisa berdiri di kaki sendiri. Apapun yang kamu tekuni sekarang, Ayahmu pasti akan bangga. Sebab pelan-pelan kamu sudah belajar mandiri seperti harapannya. Namun Ayah akan lebih bangga lagi, jika kamu menyediakan waktu untuk melakukan quality time berdua. Seperti yang dulu biasa kalian lakukan. Saat kamu belum sibuk-sibuknya.

4. Sebisa mungkin menepati setiap janji yang kamu buat untuknya. Sebab setegar apapun Ayah, dia pasti pernah menyimpan rasa kecewa

Ayah nggak apa-apa kok via unsplash.com

Janji yang tak ditepati pasti bikin kecewa. Namun Ayah tak pernah menunjukkan rasa kecewanya saat kamu ternyata mengingkari janjimu itu. Ah, nggak apa-apa. Yang penting kamu, Ayah bisa sendiri nanti. Adalah kalimat tegar yang sebenarnya mengandung kekecewaan. Hanya saja selalu dikuburnya dalam-dalam. Untuk itu sebisa mungkin tepatilah janjimu pada Ayahmu. Sekecil apapun janji yang telah kamu buat. Sebab tak mengecewakan Ayah juga kelak akan menumbuhkan senyumnya. Ayah mana yang tak bangga jika bisa tersenyum karena anaknya?

5. Sempatkan untuk berterima kasih kepada si cinta pertama. Tak harus selalu lewat ucapan, dengan tindakan pun Ayah sudah merasa senang

Ayah, terima kasih~ via www.i-do.com.au

Bilang terima kasih sama Ibu mungkin sudah sering kamu lakukan. Namun hal ini susah sekali kamu lakukan pada Ayah. Rasanya ada tembok besar yang menghalangi kamu melakukan hal ini. Ayah memang tak meminta ucapan terima kasihmu, tapi kalau kamu tulus mengucapkannya dari hati, Ayah mana yang tak bangga dengan putri kecilnya ini? Kalau pun kamu segan mengucapkan, kamu bisa melakukan hal-hal yang menunjukkan rasa terima kasihmu ini. Seperti membuatkan secangkir teh di kala Ayah pulang dari bekerja.

6. Meski kadang Ayah terlihat kaku, ada desir bangga saat kamu berbagi cerita dengannya. Apapun ceritamu, pasti akan didengarkannya

Jadi gini, Yah… via flavorwire.com

Wajah yang tegas dan jarang tersenyum, buatmu sedikit menjaga jarak dengan Ayahmu. Apalagi saat kamu berusaha mencurahkan isi hati, tanggapan yang diberikan Ayahmu hanya sekadarnya. Ayah memang terkesan kaku, tapi bukan berarti dia tidak sayang kepadamu.

Mungkin pembawaan Ayah sudah seperti itu. Tak mudah mengungkapkan apa yang dirasa. Namun kamu perlu tahu, setiap cerita yang keluar darimu adalah hal yang menjadi favoritnya. Seremeh apapun ceritamu pasti akan beliau dengarkan. Sebab di situlah Ayah merasakan desir bangga karena turut menjadi saksi perjalanan hidup putri kecilnya.

7. Ayah memang tak pernah meminta, tapi menyisipkan namanya dalam setiap doa jelas akan membuatnya bangga

Sisipkan namanya dalam doamu via unsplash.com

Ayah memang tak mengandungmu selama 9 bulan lamanya. Ayah juga bukan seseorang yang menyusuimu sebagai makanan pertama. Namun Ayah ada untuk mendukung ibumu melakukan semua. Di balik sosok ibu yang kuat, mungkin kamu lupa bahwa ada seorang Ayah yang melewatkan waktu tidurnya untuk menjaga kalian berdua.

Cara termudah yang bisa kamu lakukan untuk membanggakan Ayah adalah dengan mendoakannya. Meski beliau tak pernah meminta, tapi suatu hari nanti, Ayah akan merasa bersyukur sekaligus berbangga atas kehadiranmu sebagai putri kecilnya.

Ayah dan Ibu adalah satu paket yang perlu kamu perlakukan sama. Meski sifatnya jauh berbeda, dua-duanya perlu kamu buat merasa bangga. Jika selama ini perhatianmu hanya untuk ibu, coba bagilah waktumu untuk Ayah juga. Selagi Ayah masih ada di sisi~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya