Selama 47 tahun, pria ini menderita tumor seberat 14,9 kilogram

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Penyakit yang diderita manusia terkadang berbagai macam, bisa saja hanya penaykit ringan atau mungkin penyakit yang benar-benar akut hingga seseorang tidak lagi bisa merasakan tubuhnya dengan sempurna.

Apalagi zaman sekarang makanan yang dikonsumsi manusia sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Untuk itu guna menghindari penyakit atau pola hidup tidak sehat, seseorang harus benar-benar mengatur pola makan dan makanan yang ia konsumsi.

Ada banyak penyakit yang bisa ditimbulkan jika seseorang memiliki pola makan yang tak sehat, salah satunya adalah tumor. Tumor adalah pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal yang terbagi menjadi dua kategori, yakni tumor ganas dan jinak. Adapun keduanya bisa berkembang sangat cepat ataupun lambat tergantung dari banyak faktor. Mulai dari kebiasaan merokok, infeksi virus dan bakteri, pengaruh obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker sampai faktor keturunan.

Dikutip Hoopsbyjudy dari siakapkeli, Senin (4/6) seorang pria asal China bernama Zhao Xingfu yang berusia 64 tahun harus mengidap penyakit lipoma yang mengakibatkan dirinya mempunyai tumor ganas seberat 14.9 kilogram di lehernya.

Pakar bedah di China menceritakan bahwa tumor tersebut sudah Xingfu idap selama 47 tahun lamanya. Awalnya tumor tersebut hanya sebesar telur ayam, namun seiring berjalannya waktu tumor tersebut membesar dan berubah menjadi sebesar batu kali.

Walau tidak merasakan sakit, Xingfu mengeluhkan bahwa leher di lehernya ini sangat mengganggu aktivitasnya dan terasa berat saat ia akan pergi kemana-mana. Akhirnya sang anak bernama Zhao Jianjiang meminta bantuan keluarga agar ayahnya dapat dirawat di rumah sakit khusus tumor daerah Guizhou.

Akhirnya diputuskan bahwa tumor di leher Xingfu dioperasi oleh dokter bedah dengan memakan waktu hampir 10 jam masa operasi. Untungnya, operasi berjalan lancar dan berhasil. Seminggu setelah operasi, Xingfu dinyatakan pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.

 

 

 

(brl/lin)