Selebgram Pecat ART Cuma Karena Kepergok Duduk di Kursi Meja Makannya. Duh, RIP Humanisme!

Posted on


Belakangan ini kita sering dipertontonkan dengan kedekatan para selebriti tanah air dengan sederet Asisten Rumah Tangganya atau yang biasa disingkat ART. Para seleb ini, sebut saja Syahrini, Gisel, atau Ashanty, sering mengunggah kebersamaan keluarga mereka dengan ART masing-masing. Mereka sama sekali tidak segan bercengkerama, foto bareng, bahkan liburan sekeluarga bareng para ART-nya. Banyak netizen salut dengan kerendahan hati mereka. Ibaratnya, meskipun udah tenar dan kaya raya, mereka tidak malu berhubungan dekat dengan ART.

Tapi di sisi lain, tidak sedikit juga majikan yang bertindak semena-mena terhadap ART-nya. Masih ingat ‘kan TKW di Malaysia yang meninggal di kandang anjing karena terus-terusan disiksa majikannya? Nah, belum lama ini, seorang selebgram diketahui telah bertindak kurang manusiawi terhadap ART-nya. Memang tidak sampai disiksa sih, tapi menurut banyak warganet, apa yang dilakukannya cukup kelewat batas. Meski beberapa ada juga yang pro, tapi tetap aja perlakuannya ini kurang bisa dibenarkan pakai akal sehat. Hoopsbyjudy News & Feature udah merangkum infonya buat kamu.

Seorang selebgram bernama Jovanzka Devina harus rela dikritik seantero negeri gara-gara curhatannya di Instagram Story pribadinya

Unggahan Devina di Instastory via jatim.tribunnews.com

Selebgram Jovanzka Devina, pemilik akun IG @annabelle_josephine, belum lama ini mengunggah curhatannya lewat story IG-nya. Devina ini cerita kalau ia baru saja memecat ART-nya yang baru bekerja 6 hari. Sebabnya, ia memergoki si ART duduk di kursi meja makan miliknya, sambil bermain handphone. Peristiwa itu terjadi pada malam hari, saat Devina baru saja mandi dan akan menjemur handuk. Tapi ia tertegun setelah melihat ART-nya di tempat yang menurutnya tidak layak diduduki seorang ART. Menurutnya hal itu tidak sopan.

Bukannya mendapat dukungan dari para pengikutnya, Devina justru dicibir habis-habisan. Ia dibilang sombong dan tidak berperikemanusiaan

Netizen jadi salfok sama komentar Devina di unggahan satu ini via jatim.tribunnews.com

Seketika itu juga, Devina mendapat banyak sekali komentar negatif soal dirinya. Seakan semua orang sepakat kalau ia adalah majikan yang gila hormat, sombong, dan tidak menghargai sesama manusia. Kalau peristiwa itu terjadi saat keluarganya sedang makan di sana, mungkin masih normal ia marah. Pasalnya kejadian itu terjadi di malam hari. Warganet jadi menganggap hal itu wajar-wajar aja karena dilakukan saat jam istirahat. Tidak lama setelah mendapat serangan warganet, Devina pun mengunci akun IG-nya.

Meskipun sudah puluhan tahun terlepas dari belenggu penjajah, tapi isu perbudakan di Indonesia masih belum bisa dihapus seutuhnya

Perbudakan modern dalam budaya penggunaan ART via www.bertuahpos.com

Menurut data International Labour Organization (ILO), saat ini ada 10 juta WNI yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di dalam negeri, dan 5 juta WNI di luar negeri. Mirisnya, jutaan orang itu belum punya perlindungan hukum yang jelas, yang melindungi hak-haknya sebagai pekerja. Padahal ranah mereka sangat rentan dengan eksploitasi, termasuk soal jam kerja dan perupahan. Belum lagi yang perempuan juga rawan diperkosa.

Akibat hukum yang masih lemah ini, jadi banyak majikan yang tidak segan berlaku semena-mena terhadap ART-nya. Mirisnya, para ART ini kebanyakan memilih diam, merasa tidak berhak memberontak dan merebut hak-haknya. Atau jangan-jangan, tanpa disadari, mental terjajah masih begitu melekat dalam diri kita ya? Buktinya, Indonesia jadi negara terbesar penyumbang tenaga kerja domestik di dunia lho. Sedih sih, udah puluhan tahun merdeka tapi faktanya kita belum bisa lepas dari perbudakan modern…

Melihat begitu banyak kasus yang merugikan tenaga kerja domestik baik di dalam ataupun luar negeri, sudah seharusnya pemerintah segera bergerak & berbenah

Para ART beberapa kali melakukan demo untuk memperjuangkan hak-haknya via nasional.kompas.com

Biar gimanapun, ART itu juga manusia. Tidak benar kalau majikan merasa boleh berlaku semena-mena terhadap mereka. Lagipula, mereka kerja ‘kan buat kita juga. Seharusnya apapun pekerjaannya, mau karyawan kantoran, tukang kebun, tukang bangunan, atau ART sekalipun, yang namanya pekerja ya punya hak yang harus dihormati siapapun, termasuk atasannya.

Mungkin kita bisa belajar dari negara-negara maju kayak Amerika atau Eropa, yang jarang banget mempekerjakan ART. Kecuali dia memang anggota kerajaan atau sekaya Donald Trump. Tapi selain itu, kayaknya lebih milih buat ngurus rumah sendiri dibanding harus sewa jasa ART. Padahal kalau dipikir-pikir mereka juga kerja dari pagi sampai malam. Tapi tetap bisa mandiri, ngurus rumah sendiri, tanpa perlu dilayani. Salut deh~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya