Sembari Nunggu Jodoh, Lebih Untung Investasi Tanah atau Beli Rumah Lewat KPR, Ya?

Posted on

Perbandingan investasi tanah dengan beli rumah KPR

Saat teman seumuranmu sudah banyak yang menikah dan punya anak, sementara kamu masih sendirian aja, artinya masih banyak kesempatan buatmu untuk menata masa depan. Jika kamu sudah punya cukup penghasilan untuk berinvestasi, kenapa nggak diarahkan untuk membeli aset properti seperti tanah atau rumah? Keduanya memang sama-sama memberi keuntungan jangka panjang karena harganya bakal meningkat tiap tahunnya.

Nah, agar kamu nggak kebingungan untuk menentukan, alangkah lebih baik simak dulu perbandingan investasi tanah dan juga rumah berikut ini yuk!

1. Secara harga, tanah memang lebih murah ketimbang rumah

harga lebih murah via deprant.blogspot.co.id

Harga tanah kosong 20 persen lebih murah jika dibandingkan dengan tanah yang sudah dibangun di area dan luas yang sama. Nah, kalau danamu masih terbatas dan belum mampu membeli rumah yang harganya lebih mahal, maka investasi tanah bisa jadi pilihan. Kelak tanah yang kamu punya ini tinggal dibangun rumah kalau uangmu sudah mencukupi.

BACA Juga :   6 Batasan Pertemanan dengan Lawan Jenis yang Wajib Diketahui, Biar Tak Ada Baper di Kemudian Hari

2. Tanah punya capital gain yang tinggi, harganya meningkat setiap tahunnya

harga makin naik via www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id

Harga tanah bisa meningkat sekitar 20-25 persen setiap tahun. Artinya, jika kamu beli tanah sekarang, lima tahun mendatang harganya bisa melonjak hingga dua kali lipatnya. Nah tapi, biar capital gain yang kamu dapatkan lebih maksimal, lokasi tanah yang dibeli juga harus diperhatikan. Jika kamu beli tanah yang ada di daerah berkembang, maka bukan nggak mungkin kalau kenaikan harganya mencapai 100-200 persen. Sebaliknya, kalau kamu beli tanah di daerah yang agak terpencil, bisa jadi kamu agak kesulitan untuk menjualnya.

3. Sambil menunggu harganya meningkat, tanah bisa dialokasikan untuk bisnis lain

dibikin kebun dulu aja via www.kompasiana.com

Jangan biarkan lahan kavlingmu jadi lahan tidur alias nggak berkembang. Biar uangmu bisa muter, tanah yang kamu miliki bisa dimanfaatkan untuk bisnis sembari menunggu harganya meningkat. Misalnya, menjadikannya sebagai ladang perkebunan yang dikelola olehmu sendiri. Atau, kalau lokasi tanah yang kamu beli dekat dengan kampus, perkantoran, atau tempat perbelanjaan, manfaatkan saja sebagai lahan parkir. Dengan begitu, kamu tetap bisa dapat keuntungan sambil menunggu harga tanah naik drastis atau mungkin dibangun rumah kelak.

BACA Juga :   7+ Skin Hack yang Bisa Kamu Terapkan, Untuk Kulit Cantik dan Alami Khas Artis Korea Pujaan

4. Biaya perawatan tanah itu murah, tapi harus diberi batas yang jelas agar nggak disalahgunakan

harus diberi batas yang jelas via www.tanahkavlingjogja.com

Tanah kavling nggak butuh perawatan yang sulit apalagi biaya tambahan secara berkala. Namun, kamu tetap harus berhati-hati dalam menjaga aset ini. Kalau perlu, pagari wilayah tanah yang kamu punya. Sewalah seseorang untuk menjaga sambil menanami tanah biar nggak mangkrak begitu saja. Cara ini dilakukan biar tanah kavlingmu nggak disalahgunakan orang lain.