Sering Merasa Berdosa Tiap Makan Menu Bebakaran? Yuk Terapkan 5 Trik Jitu ini Agar Risikonya Bisa Diturunkan!

Posted on

trik makan menu yang dibakar agar lebih sehat

Sebagai seseorang yang nggak bisa lapar, siapa sih yang bisa menolak kenikmatan hakiki dari sepiring nasi hangat dengan taburan bawang goreng, disajikan dengan ayam bakar renyah berlumur bumbu nikmat? Belum lagi ditambah sepiring lalapan segar dan sambal merah kaya rasa yang pedasnya berada di level yang pas? Hayoo…yang sekarang mendadak lapar dan diam-diam meneguk liur pasti langsung kepikiran buat berburu menu bebakaran saat jam makan tiba nanti.

Nggak bisa dimungkiri, ada sensasi yang lebih nikmat dan beda pada menu yang dibakar. Lauk pauk yang digoreng memang nikmat, tapi kalau dibakar kenikmatannya seolah naik dua kali lipat. Sayangnya, menu bebakaran nggak bisa dikonsumsi sembarangan karena sangat berisiko mengancam kesehatanmu. Eits, jangan sedih dulu karena Hoopsbyjudy punya beberapa trik yang bisa kamu terapkan agar menu kesayanganmu tetap bisa dikonsumsi dengan aman. Simak dan catat baik-baik ulasan Hoopsbyjudy kali ini ya!

BACA Juga :   Punya banyak fans, 14 influencer ini siap buka-bukaan rahasia sukses

1. Sebelum melangkah lebih jauh tentang tips dan trik bahaya, ada baiknya kamu tahu kenapa sih menu bebakaran itu nggak baik untuk kesehatan. Faktanya menu lezat ini memang sangat nggak sehat!

Dibalik kenikmatannya yang hakiki, ada bahaya yang mengintai via www.diasweethealthy.com

Dilansir dari halosehat.com, menu yang dibakar seperti ayam bakar, ikan bakar, sate dan gorengan yang dibakar (yang bikin ‘dosanya’ jadi dobel nih) memang kurang baik untuk sering dikonsumsi karena pembakaran arang atau kayu apapun dapat menyebabkan pembentukan hidrokarbon dan partikel jelaga yang berbahaya untuk kesehatan. Selain itu makanan yang terpapar suhu terlalu tinggi seperti menu bebakaran akan memicu terbentuknya heterocyclic amines atau HCAs, yaitu senyawa kimia yang muncul dari daging yang diproses atau dimasak pada suhu tinggi.

FYI,  daging yang dimasak sampai berubah warna kehitaman itu banyak mengandung HCAs lho. Satu lagi alasan kenapa makanan gosong itu sebaiknya dibuang saja, selain karena rasanya tentu sudah nggak enak!

Terlalu sering mengonsumsi menu makanan yang dibakar dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker, terutama kanker saluran cerna bagian atas dan juga memicu asam lambung naik karena makanan yang dibakar sulit untuk dicerna sehingga akan menyebabkan kinerja lambung menjadi berat. Meski rasanya enak, ya agak kurang sebanding ya dengan risikonya. Tapi tenang, ada kok caranya agar kamu bisa makan menu bebakaran tanpa terlalu was-was.

BACA Juga :   Pernah dihujat, 5 pose Gio & Irish Bella terbaru ini semakin

2. Langkah pertama, pastikan kamu memasak menu bebakaran dengan api yang nggak terlalu besar dan suhu yang relatif kecil. Makanan jadi bisa matang sempurna tanpa berubah jadi terlalu gosong

Apinya santai aja ya bos… via www.rd.com

Membakar daging dengan suhu lebih rendah ternyata jauh lebih dianjurkan meski memang akan butuh waktu sedikit lebih lama dibandingkan jika nyala apinya besar dan panas. Namun dengan mengurangi paparan panas tinggi, pembentukan HCAs akan berkurang sangat signifikan.

3. Langkah kedua, hindari menyantap bagian yang gosong pada menu bebakaranmu. Ya, memang sih ada kenikmatan tersendiri saat menyantapnya. Tapi percaya deh, risikonya nggak sebanding dengan nikmat yang cuma sesaat!

Kenikmatan yang hakiki! via www.qraved.com

Hindari godaan untuk menyantap bagian kulit ayam yang terbakar atau area daging sapi yang terlihat gosong menghitam. Pasalnya, mengonsumsi bagian yang gosong terbakar akan meningkatkan risiko terserang kanker, apalagi kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering. Nggak mau sakit hanya gara-gara menganggap sepele hal ini?