Siapa sangka, si biru liar dari masa kecilmu ini bisa jadi olahan unik

Posted on


Brilio.net – Hayo ngaku, siapa yang suka memetik si biru ini dari semak-semak saat masih kecil? Ya, tanaman yang tumbuh liar di semak-semak dengan bunga warna biru ini pasti pernah menemani masa kecilmu.

Masih ingat betul, bunga biru yang ternyata bernama bunga telang ini sering jadi kamu jadikan bahan bermain. Bunga telang atau Clitoria ternatea merupakan tumbuhan merambat dari Asia yang dianggap liar.

foto: Istimewa

Nah, bunga telang ini punya berbagai manfaat lho. Di Malaysia dan Thailand, bunga telang sudah dijadikan sebagai bahan baku kuliner maupun tekstil.

Selain itu di Malaysia ada nasi kerabu, yakni nasi biru dari bunga telang. Sedangkan di Thailand, bunga ini digunakan sebagai bahan makanan.

Seperti biasa, brilio.net pun tak ingin ketinggalan dengan tanaman unik nan bermanfaat ini. Rabu (21/3) sore, kami pun berkesempatan untuk mengunjungi Martani.co, sebuah tempat untuk mengelola dan memanfaatan bunga telang.

foto: brilio.net

Kami mengunjungi Desa Tamanmartani, Kalasan, Yogyakarta untuk mencari tahu lebih jauh tentang pemanfaatan tanaman biru ini sebagai teh maupun olahan lainnya. Salah satu produk paling diunggulkan adalah teh biru telang.

Sampai di lokasi, ternyata kami sudah disambut oleh pengelola Martani.co, Rita Mustika Sari. Ibu rumah tangga ini lalu menceritakan awal ketertarikannya untuk membudidayakan bunga telang.

foto: brilio.net

“Awalnya saya jalan-jalan waktu itu ada acara ke Thailand, ada temen saya dosen di sana. Terus diundang makan, nah menunya ada salah satunya adalah nasi biru. Kemudian saya tanya-tanya ini apaan, trus saya cari tahu dan ternyata nama latinnya Clitoria ternatea. Saya baru ngeh pas lihat bunga aslinya. Terus saya bilang, bunga ini waktu saya kecil di Ciamis, saya pakai mainan. Sekitar tahun 2012, saya tahu kalau bunga itu edible flower, atau bisa dimakan,” tutur Rita.

Saat Rita kembali ke Bogor, ia pun mulai mencari bunga telang hingga ke pinggir sawah. Ada beberapa jenis bunga telang, yakni warnanya ungu, putih dan pink.

“Saya cari bijinya yang kebetulan di kampus saya IPB banyak tumbuh di semak-semak. Ketemu, terus saya kembang biakkan dan mulai cari literatur sambil nanya ke teman-teman di Thailand. saya googling, ternyata ada banyak info. Bagaimana bunga telang ini menjadi makanan dan minuman yang lokal dan sehat kemudian banyak kan khasiatnya,” jelas Rita.

Rita kemudian berpikir kalau sangat disayangkan jika negara agraris seluas Indonesia ini tidak mengembangkan bunga telang sendiri. Ia pun lalu pindah ke Jogja tahun 2015 lalu dan mulai budidaya si biru itu.

foto: brilio.net

Wanita berkacamata ini juga menuturkan, dari beberapa macam bunga telang dipilih hanya yang berwarna biru (Clitoria ternatea). Pasalnya hanya jenis ini yang ketika diseduh akan luntur warnanya. Jenis ini memiliki antosianin tinggi, ada 19 jenis antosianin.

“Teh yang biasanya atau kamomil itu mengandung zat bernama tanin. Kemudian tanin ini sebenarnya kurang baik jika dikonsumsi setelah makan karena menghambat penyerapan zat besi,” ungkap Rita.

foto: brilio.net

Teh bunga telang ini cenderung tidak memiliki rasa sehingga jika dicampur dengan makanan apapun akan menyatu. Misalnya teh biru bunga telang bisa ditambahkan jeruk lemon atau serai wangi untuk menambahkan aroma. Teh bunga telang memberikan dampak kesehatan bagi tubuh.

“Petik bunga telang yang single 3 atau 5, diseduh air panas. Tunggu 3-5 menit, dia akan keluar warna birunya. Bisa ditambahkan gula atau madu, sesuai selera,” tandas alumnus Institut Pertanian Bogor ini.

Soal khasiat bunga telang untuk kesehatan, Rita tak meragukannya lagi. Keyakinannya itu didasarkan informasi dari literatur, teman dan pengalaman dari tetangganya yang sudah mengonsumsi.

“Biasanya ibu-ibu minum teh biru bunga telang di pagi hari. Katanya badannya enak seharian. Memang dia punya kandungan yang melancarkan peredaran darah, anti-aging memperkuat kulit, bisa melancarkan haid, bisa mendorong kesuburan,” pungkas wanita asal Jawa Barat ini.

(brl/fen)