Siswi SMP Dihamili Kekasihnya yang Masih SD. Ayah Bocah SD: Mungkin Buat Uji Kejantanan Habis Sunat

Posted on


Featured Image

Belakangan ini, khususnya di internet, kita sering banget diperlihatkan dengan foto atau video dua sejoli yang belum cukup umur. Mulai dari yang foto mesra, sampai melakukan hal nggak senonoh yang lebih parahnya lagi divideokan dan dibagikan di medsos! Mereka seolah merasa kalau apa yang dilakukan itu adalah hal wajar. Kenapa mereka bisa gitu? Salah satu alasannya ya karena di sekitarnya banyak orang melakukan hal serupa. Contohnya kayak sinetron, dimana banyak menceritakan kisah pelajar cewek dan cowok pacaran, bermesraan, dan saling memadu kasih.

Akibatnya, hal yang jadi mimpi buruk para orang tua di luar sana pun seringkali terjadi. Seperti yang baru-baru ini dialami keluarga di Tulungagung. Seorang bocah SMP dihamili pacarnya sendiri yang kabarnya masih duduk di bangku kelas 5 SD! Mirisnya, ortu si bocah SD itu berdalih kalau anaknya uji kejantanan setelah sunat. Astaga, ini beneran serius ya?? Duh, daripada gemes sendiri, yuk simak dulu ulasan Hoopsbyjudy News & Feature kali ini 🙁

Semua ini bermula saat seorang siswi SMP inisial DEN periksa kesehatan ke puskesmas. Di sana baru diketahui kalau ia ternyata sudah hamil 6 bulan

Siswi SMP bersama kekasihnya yang masih SD saat ditemui petugas di rumahnya via www.viva.co.id

Remaja 16 tahun inisial DEN asal Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dihamili oleh HEM, kekasihnya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. HEM yang berusia 13 tahun ternyata pernah nggak naik kelas 2 kali. Dilansir Detik, kehamilan DEN diketahui keluarga setelah ia memeriksakan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat Boyolangu pada Sabtu (19/5). Di sana baru diketahui kalau DEN ternyata sudah mengandung 6 bulan. Setelah didesak orangtua, ia mengaku telah beberapa kali berhubungan badan dengan HEM.

Mirisnya, seperti dilansir Okezone, ayah dari HEM berdalih kalau sang anak sedang uji kejantanan pasca disunat! Kok ya mikirnya sampai ke situ sih, dikiranya berhubungan badan di usia dini itu bisa buat bercandaan??

Kedua keluarga bocah sempat sepakat mau menikahkan mereka, tapi keinginan ini ditolak KUA setempat karena keduanya belum cukup umur

Keluarga yang bersangkutan via www.viva.co.id

Saat itu, kedua keluarga bertemu untuk membicarakan kelangsungan nasib DEN dan HEM. Setelah berunding, mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah itu baik-baik dan menikahkan keduanya. Tapi ternyata KUA setempat menolaknya dengan alasan DEN dan HEM masih di bawah umur. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Abdul Choliq, seperti dikutip Viva, mendukung keputusan KUA untuk tidak menikahkan keduanya.

KPAI turut bersuara, menurut mereka kedua bocah itu adalah korban salah asuh kedua orangtuanya

Komisioner KPAI Retno Listyarti via telusur.co.id

Kejadian miris ini sangat disayangkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam laporan Detik, Komisioner KPAI Retno Listyarti, mengatakan kalau kedua bocah itu adalah korban salah asuh orangtua mereka. Baik DEN dan HEM, sama-sama nggak mendapat pendidikan kesehatan reproduksi dari lingkungannya. Padahal berhubungan di usia dini bisa berbahaya bagi kesehatan, apalagi kalau sampai hamil, yang bisa kena dampaknya nggak cuma si ibunya, tapi juga anaknya.

Secara psikologis pun anak-anak sebenarnya belum siap menerima. Kalau sudah begini nggak hanya kesehatan fisiknya saja yang bisa terganggu, tapi juga kesehatan mental. Apa kabar masa depannya??

Inilah kenapa pendidikan seks harusnya nggak cuma berlaku bagi anak-anak dan remaja aja, tapi juga para orangtua di luar sana

Pentingnya pendidikan seks bagi anak dan rangrang tua via www.onlymyhealth.com

Sex education memang udah banyak digaungkan dimana-mana. Pihak-pihak terkait kompak menyuarakan pentingnya pendidikan seks bagi anak usia dini supaya nggak terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan terhindar dari penyakit menular seksual. Tapi ternyata, belum banyak yang menyadari kalau pendidikan seks harusnya nggak cuma diberikan ke remaja dan anak-anak aja, tapi juga ke para orangtua di luar sana. Hal ini agar mereka sebagai orangtua juga paham bagaimana cara menghindarkan anak dari berbagai masalah terkait seks dan apa dampaknya jika mereka lalai. Ya biar peristiwa di Tulungagung itu nggak terulang lagi.

Sekarang kasus ini sedang diusut pihak kepolisian yang bekerja sama dengan Unit Layanan Perlindungan Sosial Anak Integratif. Dilaporkan Viva, unit tersebut dijadwalkan menggelar rapat pada hari ini (24/05) untuk membahas masalah DEN-HEM. Selanjutnya, polisi akan menindaklanjuti dari rekomendasi yang diterima dari unit itu. Duh, semoga aja nggak ada bocah-bocah lain yang mengalami hal serupa!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya