Tak disangka, 7 film ini sukses dongkrak wisata Tanah Air

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Film dan objek wisata memang tidak bisa benar-benar dipisahkan. Kedudukan keduanya dapat saling mendukung satu sama lain. Apalagi jika film tersebut berlokasi indah. Ditambah lagi di era modern ini traveling sudah jadi gaya hidup bagi sebagian besar anak muda.

Film Laskar Pelangi misalnya, ia berhasil mendongkrak perkembangan roda pariwisata di Belitung. Adapula 5 Cm, sebuah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Donny Dhirgantoro. Beberapa waktu setelah film tersebut naik layar, angka kunjungan ke Gunung Semeru pun makin meningkat.

Nah, penasaran film Indonesia apa saja yang berhasil mendongkrak objek wisata di Tanah Air? Berikut Hoopsbyjudy rangkum 7 objek wisata yang menjadi lebih ramai karena dijadikan latar dalam sebuah film dari berbagai sumber, Selasa (15/5).

1. Petualangan Sherina (2000) – Observatorium Bosscha.

foto: bosscha.itb.ac.id

Masih ingat adegan di mana Sherina dan Saddam bersembunyi di sebuah gedung dari kejaran penculik? Ya, gedung itu adalah Observatorium Bosscha. Tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia ini terletak di daerah Lembang, Bandung. Di dalamnya terdapat bebrapa buah teleskop besar, di antaranya adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Schmidt Bima Sakti, Refraktor Bamberg, dan Cassegrain GOTO.

 

2. Java Heat (2013) – Candi Borobudur.

foto: portalwisata.com

Java Heat adalah satu-satunya film yang mendapatkan izin syuting di kawasan Candi Borobudur. Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini memang memiliki aturan yang sangat ketat. Untuk mendapatkan izin syuting, tim film Java Heat ini bahkan harus mengurus izin ke pihak UNESCO, pemerintah Indonesia, kelompok masyarakat Buddha, dan beberapa lembaga lain.

 

3. The Raid 2 (2014) – Benteng Van der Wijck.

foto: brobali.com

Benteng ini terletak di daerah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Ia berdiri pada tahun 1818 atas prakarsa Jenderal Van den Bosch. Dulunya, benteng ini didirikan dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan dan mempersempit ruang gerak musuh di Kedu Selatan. Nah, dalam film The raid 2, benteng ini dijadikan sebagai tempat tahanan.

 

4. AADC 2 (2016) – Gereja Ayam.

foto: jejakpiknik.com

Objek wisata ini menjadi semakin hit berkat film AADC 2. Bangunan yang sempat terbengkalai sejak tahun 1990-an ini terletak di atas Bukit Rhema di daerah Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.

 

5. Susah Sinyal (2017) – Air terjun Tanggedu.

foto: marischkaprudence.blogspot.com

Objek wisata yang satu ini sempat muncul dalam film Susah Sinyal garapan Ernest Prakasa. Meski untuk menuju ke sana harus menempuh perjalanan yang jauh dan agak melelahkan, pemandangan yang disuguhkan oleh air terjun yang berjarak sekitar 45 km dari Kota Waingapu ini sungguh tidak mengecewakan.

 

6. Yowis Ben (2018) – Kampung Tridi.

foto: catatanwisata.com

Jika Singapura mempunyai Kampong Glam, Malang memiliki Kampung Tridi. Dalam menggarap filmnya yang berjudul Yowis Ben, Bayu Skak menjadikan Kampung Tridi sebagai salah satu latar tempat utamanya. Ratusan rumah yang berada di dekat Sungai Bratas tersebut sengaja dicat dengan gambar-gambar 3 dimensi, sehingga tampak nyata. Pengunjung dapat memanfaatkan tembok-tembok yang dihiasi dengan mural untuk berswafoto.

 

7. Love For Sale (2018) – Pantai Pasir Putih Cihara.

foto: indonesiakaya.com

Pantai Pasir Putih Cihara yang terletak di Banten ini merupakan salah satu latar tempat dalam film Love For Sale. Tak hanya memiliki hamparan pasir yang indah serta batu-batu karang, di pantai ini juga terdapat cekungan berbentuk setengah lingkaran yang bisa dijadikan tempat berenang.

(brl/del)