Terlihat seperti anak balita, ternyata usia laki-laki ini bikin syok

Posted on


Hoopsbyhudy.com – Tumbuh kembang seorang anak dari balita hingga dewasa memang harus stabil. Dukungan asupan makanan yang diberikan juga menjadi salah satu kunci utama seorang bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun berbeda halnya dengan balita asal India ini. Secara fisik, laki-laki bernama Manpreet Singh memang terlihat seperti anak-anak namun siapa sangka, usia sebenarnya adalah 23 tahun.

Dilansir dari News.com, Kamis (3/5) rupanya Manpreet menderita sebuah kondisi misterius yang membuatnya berhenti tumbuh saat menginjak usia satu tahun. Hal itu membuatnya seperti terperangkap dalam tubuh bayi dengan tinggi hanya 60 cm dan berat kurang dari 5kg.

Manpreet yang berasal dari Mansa di negara bagian Punjab, India ini tidak dapat berjalan dan hanya dapat berbicara beberapa kata saja. “Manpreet cekikikan seperti anak kecil dan jarang bersedih. Hanya ketika anjing atau hewan lain mengeluarkan suara, dia ketakutan dan menangis. Dia adalah anak yang menyenangkan dan memberi isyarat kepada para tamu dengan tangannya untuk duduk, dan mencoba untuk berteman dengan mereka,” kata paman Manpreet, Karanvir Singh kepada Deccan Chronicle.

Manpreet diasuh paman dan bibinya, Karanvir Singh dan Lakhwinder Kaur. Itu terjadi karena orangtua Manpreet tidak mampu membayar biaya pengobatan buah hatinya tersebut. Penduduk setempat menganggap Manpreet sebagai dewa dan secara rutin datang ke rumah Karanvir untuk meminta berkah dari Manpreet.

Dalam sebuah video menunjukkan, masyarakat berlutut di depan Manpreet sementara Manpreet dengan senang hati menepuk kepala para pemujanya. “Meskipun ia hanya berbicara dalam bahasa monosilia seperti maa (ibu) dan mama (paman), ia belajar keterampilan untuk berkomunikasi melalui isyarat. Dia juga menjadi ahli dalam meniru orang. Dia akan menyapa tamu dengan menjabat tangan mereka dan meminta mereka untuk duduk.”

Menurut cerita, Manpreet terlahir normal pada 1995 lalu. Namun secara tiba-tiba ia berhenti tumbuh dan berkembang. Dokter mengatakan kepada orangtua Manpreet untuk tidak khawatir. Katanya, ia akan mulai berkembang lagi seperti anak normal lainnya.

Namun hal itu tidak terjadi. Manpreet kemudian diasuh dan tinggal bersama Karanvir Singh di Hisar, sebuah kota yang berjarak 120 km dari tempat tinggal orangtua biologis Manpreet.

Seorang petugas medis di fasilitas yang dikelola negara, MK Bhadu, mengatakan bahwa kondisi kerdil yang dialami Manpreet terkait dengan hormon. “Pertumbuhan pasien berhenti karena ketidakseimbangan hormon. Seorang anak mulai berkembang secara mental dan fisik sejak usia tiga tahun. Jika tubuhnya tidak berkembang, orangtua harus membawanya ke fasilitas medis yang lebih baik dan membuatnya diobati,” kata Bhadu kepada NTDTV dalam sebuah wawancara yang diunggah ke YouTube.

Menurut laman berita The Sun, ilmuwan percaya Manpreet memiliki kondisi yang disebut Laron Syndrome, sebuah kondisi genetik langka yang diyakini mempengaruhi sekitar 300 orang di dunia.

Mereka yang hidup dengan sindrom Laron kekurangan hormon yang disebut Insulin-like Growth Factor 1 atau IGF-1, yang berfungsi menstimulasi sel pertumbuhan. Keluarga Manpreet telah diberitahu bahwa biaya penelitian dan perawatan kondisi buah hatinya akan menelan biaya yang tinggi. Karena kekurangan biaya, sebuah organisasi lokal telah menyiapkan laman pendanaan dengan harapan agar orang-orang dari seluruh dunia mau menyumbang untuk Manpreet.

“Kami tidak memiliki cukup dana untuk membawanya ke dokter atau rumah sakit yang lebih baik. Kami menghimbau kepada orang-orang baik yang ada di internet untuk membantu kami mengumpulkan dana untuk perawatan Manpreet,” kata Karanvir.

 

(brl/pep)