Zidane, anak imigran yang sukses jadi pelatih sepakbola terbaik dunia

Posted on



Zinedine Zidane telah pensiun dari jabatan pelatih Real Madrid. Usai membawa timnya mempertahankan trofi Liga Champion. Ayah ibunya, Smail dan Malika, migrasi ke Paris sebelum meletusnya perang menuntut kemerdekaan Aljazair.

Sejak belia, anak imigran ini sudah menunjukkan bakat penguasaan bola dan dribble. Di usia 14 tahun Zidane bergabung dengan AS Cannes. Di klub inilah skill-nya diasah hingga berhasil merumput di klub raksasa Italia, Juventus.

Pada 2001 Zidane ditransfer dengan biaya transfer termahal dunia, EUR 77 juta. Usai Piala Eropa 2004 Zidane mengumumkan gantung sepatu. Namun pada 2005 dia kembali ke lapangan hijau untuk membantu meloloskan Prancis ke Piala Dunia 2006. Zidane berhasil membawa Prancis ke partai final berhadapan dengan Italia. Sayang dia dikartu merah akibat menanduk dada bek Italia Marco Materazzi.

Namun dia dinobatkan Pemain Terbaik Piala Dunia 2006. Usai pensiun Zidane berkiprah sebagai pelatih. Dia ditunjuk sebagai manajer Real Madrid menggantikan Rafael Benitez pada 2016. Pada awal melatih Zidane telah menunjukkan kesuksesan. Dia berhasil membawa Real Madrid meraih gelar La Liga, Liga Champions Eropa, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antar Klub. Tak salah jika dia diganjar penghargaan Pelatih Pria Terbaik FIFA 2017.

(brl/red)